HIPMI BPD SULSEL

    Kantor:
    Menara Bosowa Lt. 19
    Jl Jend. Sudirman
    Makassar - Sulawesi Selatan

Welcome...

F. Yudi "Ondong" Arsono
Ketua Umum BPD HIPMI SULSEL

Agenda BPD

Kegiatan BPD

HIPMI: Asing Bikin Bunga Bank Malas Turun

Beberapa komponen biaya sudah turun. Namun, bunga kredit masih tinggi.

Jakarta(Kamis 25 Maret 2010) - Penguasaan asing atas perbankan nasional membuat bunga kredit (lending rate) sulit turun. Meski beberapa komponen biaya sudah turun, seiring rendahnya inflasi, ternyata bunga kredit masih sulit turun.

“Penguasaan asing di sektor keuangan membuat pembuat kebijakan dan industri keuangan sulit mendorong penurunan kredit,” kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Erwin Aksa di Jakarta, Kamis 25 Maret 2010.

Data HIPMI menunjukkan, penguasaan asing atas kapitalisasi dan aset perbankan nasional mendekati 55 persen. Penetrasi ini berlangsung cepat sebab beberapa kebijakan Bank Indonesia, seperti kepemilikan tunggal (spp) tidak efektif mendorong pertumbuhan dan kepemilikan investor lokal.

Sampai pertengahan 2008 saja, menurut Erwin, komposisi asing di perbankan nasional sebesar 47,02 persen. Sedangkan aset yang dikuasai mencapai Rp 960 triliun. HIPMI memperkirakan saat ini sudah lewat dari 50 persen. Sebab penguasaan ini berlangsung cepat."Beberapa kebijakan memang sangat longgar. Asing bisa masuk dimana saja sampai ke desa-desa termasuk melalui bursa untuk masuk di bank BUMN,” ujar Erwin.

Sementara itu, Wakil Ketua HIPMI Silmy Karim mengingatkan penguasaan asing yang berlebihan ini membuat berbagai upaya menurunkan kredit lewat kebijakan dan komitmen berlangsung tidak efektif.

“Sebagai contoh, komitmen 14 bank ternyata tidak efektif, sebab kembali lagi siapa menguasai mekanisme pasar perbankan nasional,” ujar Silmy.

Dia menilai, sejumlah kebijakan di sektor keuangan nasional tidak rasional. Pasalnya, saat Indonesia tidak membatasi kepemilikan asing disektor perbankan, negara-negara lain justru membatasi.

Dia menambahkan, lemahnya penguasaan pemerintah dan investor lokal atas sektor keuangan membuat akselerasi pembangunan dan pertumbuhan berjalan lamban. Ke depan, kondisi ini dapat berbahaya bagi ketahanan nasional.

Saat ini, bunga bank masih berada di atas 10 persen bahkan bunga kredit konsumsi dan UMKM masih dikisaran 16 persen. Faktor ini membuat pelaku UMKM dan pengusaha masih berpikir panjang agar memperoleh pinjaman.(vivanews.com)
 
HIPMI SULSEL on Facebook
Ads on: Special HTML
You are here: Home

Terkini

Terpopuler

Polling HIPMI

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website HIPMI SULSEL